Ternyata Di Tahun 2016, Serie A Telah Menampilkan 1000 Gol Lebih

Gonzalo Higuain-Napoli socres goal, Gonzalo Higuain-Juventus  socres goal, Gonzalo Higuain, Napoli, Juventus, serie A, liga italia
Gonzalo Higuain-Napoli

Selama Tahun 2016 ini sudah banyak pertandingan yang digelar dalam ajang kompetisi Liga Italia Serie A dan tentunya banyak momen yang mendebarkan dan menggemarkan dunia persepakbolaan Italia. Contohnya adalah momen yang dinanti oleh para pengamat Sepak bola italia yaitu sebuah gol.

Tak mudah untuk menyarangkan sebuah gol ke gawang lawan apalagi dengan kualitas pemain yang penuh dengan keahlian serta strategi para pelatih dalam mempertahankan daerah kekuasaannya.

Tercatat dalam tahun 2016 lalu, sudah lebih dari seribu gol yang terjadi dan dibenamkan oleh para klub yang berlaga di Serie A, malah dalam kurun waktu 12 bulan ini, sudah terjadi 1050 gol yang dihasilkan di liga tertinggi Italia.

Namun ternyata dari 1050 gol tersebut, 500 gol sudah terjadi pada musim musim kompetisi 2016/17 sat ini. Sementara dari awal Januari 2016 sampai akhir musim kompetisi 2015/16 yang lalu 550 gol terjadi.

Jika ditelusuri lebih dalam lagi, dari kepemilikan 1050 gol itu ternyata yang paling banyak membuat gol pada tahun 2016 ini adalah AS Roma. Mereka ternyata sudah menghasilkan sebanyak 90 gol 2016 550 gol tercipta. Dibawah ini adalah salah jumlah lengkapnya dari ke 1050 gol di Serie A 2016:

  • AS Roma dengan 90 gol
  • Naploli dengan 89 gol
  • Juventus dengan 83 gol
  • Torino dengan 67 gol
  • Lazio dengan 64 gol
  • Sassuolo dengan 55 gol
  • Fiorentina dengan 55 gol
  • Inter Milan dengan 55 gol
  • AC Milan dengan 52 gol
  • Genoa dengan 51 gol
  • Atalanta dengan 49 gol
  • Sampdoria dengan 45 gol
  • Udinese dengan 44 gol
  • Chievo dengan 41 gol
  • Palermo dengan 37 gol
  • Bologna dengan 31 gol
  • Empoli dengan 27 gol
  • Cagliari dengan 27 gol
  • Carpi dengan 22 gol
  • Verona dengan 22 gol
  • Frosinone dengan 18 gol
  • Crotone dengan 14 gol
  • Pescara dengan 14 gol

Capri, Frosinone, Hellas Verona masuk dalam zona degradasi dan turun ke Serie B, dan digantikan oleh Cagliari, Crotone dan Pescara sehingga wajar ke enam klub ini memasukkan gol paling sedikit yang tercatat pada tahun ini.

Untuk pemain yang rajin menyumbangkan gol untuk timnya adalah Gonzalo Higuain. Bomber berdarah Argentina itu memang sempat pindah dari Napoli ke Juventus dan Ia telah tercatat menghasilkan 30 gol di Serie A sepanjang tahun 2016. Bersama Napoli Ia menggetarkan gawang lawannya sebanyak 20 gol di tengah tahun pertama dan 10 gol lagi pada setengah tahun berikutnya saat membela Juventus di musim ini.

Higuain : Dybala Dan Messi Sangat Mirip Sekali

Paulo Dybala Juventus, Paulo Dybala, Juventus, serie A, Liga itali, Supercoppa, Higuain
Paulo Dybala Juventus

Gonzalo Higuain selaku pemain penyerang Juventus sempat mengatakan bahwa rekan setimnya dilini depan yaitu Paulo Dybala memiliki kemiripan dengan bintang Barcelona dan timnas Argentina yaitu  Lionel Messi.

Dybala secara cepat menjadi salah satu pemain andalan Juventus dalam hal menjebol gawang lawan setelah Ia direkrut Bianconeri dari Palermo sejak tahun 2015 silam. Malah di tahun pertamanya bersama Juventus, Dybala membantu timnya dalam meraih trofi kompetisi Serie A, Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Walau di awal musim kompetisi ia sempat mengalami cedera namun striker berusia 23 tahun tersebut sudah berhasil menyumbangkan tiga gol dan dua assist sehingga secara tak langsung ikut andil dalam membawa Juventus keperingkat klasemen hingga musim ini.

Higuain meyakini bahwa dengan usianya yang masih sangat muda, rekannya mampu untuk dapat mengikuti jejak pemain bintang, Messi. Higuain mengatakan Premium Sport, “Dybala dan Messi sangat mirip sekali. Messi adalah yang terbaik dan dia memperlihatkannya setiap hari. Sedangkan Dybala masih muda, dia masih 23 tahun dan tergantung pada apa yang terjadi di masa depan, tapi dia punya semua karakteristik untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia,”.

Ia pun menjelaskan tentang tantangan untuk menjadi pemain terbaik dunia karena hal tersebut bukanlah masalah yang mudah, Ia mengatakan, “Dia harus punya kekuatan mental yang besar. Ketika sampai ke level tertinggi sedemikian cepat, tidak mudah untuk terus bertahan selama bertahun-tahun. Akan ada banyak naik-turun, dan dia harus punya keseimbangan dan tak terlalu mendengarkan kritikan dan pujian,”.

Memang dalam adu penalti saat final Supercoppa Italia menghadapi AC Milan, Ia tak berhasil menciptakan sebuah gol, namun secara mental kegagalannya itu tak membuat Dybala putus asa. Ia menyadari bahwa kegagalannya dalam adu penalti kali ini membuat klubnya harus merelakan trofi Suppercopa kali ini ke tangan rivalnya.

Ia melihat kegagalannya akan menjadi jalan menuju kesuksesan di masa depan. Ia mengatakan “Saya gagal lebih dari 9000 tembakan dalam karier saya. Saya mengalami kekalahan dalam 300 pertandingan. 26 kali saya dipercaya mengambil tembakan penentu kemenangan dan gagal. Saya gagal, gagal, dan gagal lagi dalam hidup saya. Itulah kenapa saya akan sukses.”