Juventus Coba Strategi Tiga Penyerang

Alexis Sanchez Arsenal to Juventus, Alexis Sanchez, Arsenal to Juventus, Arsenal , Juventus
Alexis Sanchez Arsenal

Alexis Sanchez merupakan pemain yang saat ini membela Arsenal di Premier League, Liga Inggris. Selaku penyerang, Ia telah menunjukkan performa yang luar biasa dibawah asuhan Arsene Wenger pada musim ini. Tercatat Ia telah menyumbangkan 14 gol dari 25 pertandingan, belum lagi dalam urusan memberikan umpan matang untung dijadikan gol, tercatat 13 kali umpannya sukses dieksekusi dengan baik oleh rekannya sampai saat ini.

Sebelum bergabung dengan The Gunners pada tahun 2014, Ia telah bergabung di klub papan atas Spanyol yaitu Barcelona dan tercatat selama 3 musim, Ia mampu menghasilkan 39 gol dari 88 pertandingan yang dijalaninya. Dan sebelum di Barcelona, Ia sempat lama di Udinese dan sempat juga dipinjamkan ke klub lain Colo Colo di musim 2006-2007 dan River Plate di musim 2007-2008. Kini menurut berita yang beredar dikabarkan Ia akan berpindah haluan menuju Italia karena Ia telah dibidik oleh mantan Jawara musim lalu di Serie A yaitu Juventus.

Hal itu disebabkan karena pemain berkebangsaan tersebut Chile terbelum mendapatkan kepastian dalam perpanjangan kontraknya di Arsenal. Memang masa baktinya di Arsenal masih sekitar satu setengah musim lagi namun kepastian tentang perpanjangan  kontrak tentu akan menenangkan hati si pemain.

Hanya saja permintaan yang diminta oleh striker andalan Arsenal itu termasuk sangat tinggi, bahkan sebagian orang menilai dirinya belum pantas untuknya meminta nilai semahal itu. Dan itulah sebabnya Sanchez mengapa negosiasi perpanjangan kontraknya berjalan alot.

Seperti yang dituliskan oleh The Sun, ternyata Juventus mampu dan mau untuk memboyong Sanchez ke Turin. Bahkan disebutkan juga bahwa mereka akan segera mengumumkan pemasukan senilai 340 juta poundsterling, dan hal tersebut tentu cukup untuk membeli Sanchez walaupun hal ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah mereka membeli pemain bintang terbarunya dengan nilai transfer yang besar.

The Sun juga mengatakan bahwa pelatih Juventus, Massimiliano Allegri, ingin mempertajam dalam hal sisi penyerangan walau saat ini sudah diisi oleh Gonzalo Higuain dan Paulo Dybala. Namun sepertinya Ia akan mencoba strategi baru dengan trio penyerang, seperti yang diterapkan oleh Barcelona dan Real Madrid.

Ternyata Di Tahun 2016, Serie A Telah Menampilkan 1000 Gol Lebih

Gonzalo Higuain-Napoli socres goal, Gonzalo Higuain-Juventus  socres goal, Gonzalo Higuain, Napoli, Juventus, serie A, liga italia
Gonzalo Higuain-Napoli

Selama Tahun 2016 ini sudah banyak pertandingan yang digelar dalam ajang kompetisi Liga Italia Serie A dan tentunya banyak momen yang mendebarkan dan menggemarkan dunia persepakbolaan Italia. Contohnya adalah momen yang dinanti oleh para pengamat Sepak bola italia yaitu sebuah gol.

Tak mudah untuk menyarangkan sebuah gol ke gawang lawan apalagi dengan kualitas pemain yang penuh dengan keahlian serta strategi para pelatih dalam mempertahankan daerah kekuasaannya.

Tercatat dalam tahun 2016 lalu, sudah lebih dari seribu gol yang terjadi dan dibenamkan oleh para klub yang berlaga di Serie A, malah dalam kurun waktu 12 bulan ini, sudah terjadi 1050 gol yang dihasilkan di liga tertinggi Italia.

Namun ternyata dari 1050 gol tersebut, 500 gol sudah terjadi pada musim musim kompetisi 2016/17 sat ini. Sementara dari awal Januari 2016 sampai akhir musim kompetisi 2015/16 yang lalu 550 gol terjadi.

Jika ditelusuri lebih dalam lagi, dari kepemilikan 1050 gol itu ternyata yang paling banyak membuat gol pada tahun 2016 ini adalah AS Roma. Mereka ternyata sudah menghasilkan sebanyak 90 gol 2016 550 gol tercipta. Dibawah ini adalah salah jumlah lengkapnya dari ke 1050 gol di Serie A 2016:

  • AS Roma dengan 90 gol
  • Naploli dengan 89 gol
  • Juventus dengan 83 gol
  • Torino dengan 67 gol
  • Lazio dengan 64 gol
  • Sassuolo dengan 55 gol
  • Fiorentina dengan 55 gol
  • Inter Milan dengan 55 gol
  • AC Milan dengan 52 gol
  • Genoa dengan 51 gol
  • Atalanta dengan 49 gol
  • Sampdoria dengan 45 gol
  • Udinese dengan 44 gol
  • Chievo dengan 41 gol
  • Palermo dengan 37 gol
  • Bologna dengan 31 gol
  • Empoli dengan 27 gol
  • Cagliari dengan 27 gol
  • Carpi dengan 22 gol
  • Verona dengan 22 gol
  • Frosinone dengan 18 gol
  • Crotone dengan 14 gol
  • Pescara dengan 14 gol

Capri, Frosinone, Hellas Verona masuk dalam zona degradasi dan turun ke Serie B, dan digantikan oleh Cagliari, Crotone dan Pescara sehingga wajar ke enam klub ini memasukkan gol paling sedikit yang tercatat pada tahun ini.

Untuk pemain yang rajin menyumbangkan gol untuk timnya adalah Gonzalo Higuain. Bomber berdarah Argentina itu memang sempat pindah dari Napoli ke Juventus dan Ia telah tercatat menghasilkan 30 gol di Serie A sepanjang tahun 2016. Bersama Napoli Ia menggetarkan gawang lawannya sebanyak 20 gol di tengah tahun pertama dan 10 gol lagi pada setengah tahun berikutnya saat membela Juventus di musim ini.

Sepuluh Klub Serie A Dengan Hadiah Penalti Terbanyak Tahun 2016

klub dengan penatli terbanyak, dengan penatli terbanyak 2016, Serie A, Liga Italia, Torino, Juventus, As Roma..
10 klub dengan penalti terbanyak 2016

Sebagai penggemar sepak bola tentu sudah tak asing lagi mendengar kata penalti. Tendangan jarak dekat yang hanya dihalangi penjaga gawang saja ini memiliki prosentase kemasukan gol yang jauh lebih besar dari pada tendangan biasa seperti sepak pojok atau tendangan bebas. Walaupun begitu, tidak semua tendangan penalti dikonversi menjadi sebuah gol mengingat kepiawaian dari sang eksekutor dalam menendang bola dan juga dipengaruhi oleh kepiawaian kiper lawan.

Hadiah Penalti diberikan oleh wasit biasanya terjadi karena adanya pelanggaran di dalam kotak penalti yang dilakukan oleh tim bertahan untuk menghentikan laju serang lawan seperti menjatuhkan lawan, menarik baju lawan dan mungkin juga menyentuh bola dengan tangan didalam kotak tersebut. Penalti juga bisa dilakukan jika dalam sebuah pertandingan kedua tim bermain imbang walau sudah diberikan injury time, sehingga penalti dilakukan untuk untuk menentukan pemenangnya.

Dalam kompetisi sekelas Liga Italia, Serie A, hal ini juga terjadi. Tercatat ada sepuluh klub berikut paling sering mendapatkan hadiah penalti dari sang wasit di Serie A selama tahun 2016. Dan yang menjadi peringkat pertama terbanyak mendapatkan penalti adalah tim asal Turin

Akan tetapi bukan Juventus, melainkan Klub satu kotanya yaitu Torino. Il Toro ternyata sudah mendapatkan kesempatan tendangan penalti terbanyak sejumlah 15 kali di Serie A saja. Dari 15 percobaan, mereka hanya mampu menghasilkan 11 gol.

Berikut adalah tim yang mendapatkan hadiah penalti terbanyak di Serie A untuk tahun 2016

  • Torino mendapat 15 kali penalti dan 11 kali gol.
  • Lazio mendapat 12 kali penalti dan 11 kali gol.
  • AS Roma mendapat 10 kali penalti dan 10 kali gol.
  • Sassuolo mendapat 10 kali penalti dan 8 kali gol.
  • AC Milan mendapat 10 kali penalti dan 7 kali gol.
  • Chievo mendapat 9 kali penalti dan 6 kali gol.
  • Napoli mendapat 8 kali penalti dan 8 kali gol.
  • Atalanta mendapat 8 kali penalti dan 5 kali gol.
  • Fiorentina mendapat 8 kali penalti dan 5 kali gol.
  • Carpi mendapat 7 kali penalti dan 5 kali gol.

Roma memiliki prosentase yang paling besar dalam mengeksekusi tendangan penalti ini. Dari 10 tendangan penalti yang diberikan wasit, semuanya bisa dieksekusi dengan baik dan dijadikan gol. Mereka juga mendapatkan penalti terbanyak justru pada musim 2016-2017 ini, karena sebelumnya mereka hanya mendapatkan 1 tendangan penalti dari tanggal 1 Januari 2016 hingga kompetisi Serie A musim 2015-2016 usai. Sedangkan sisanya didapatkan dari musim ini.

Sementara mantan juara musim lalu yaitu Juventus termasuk paling jarang mendapatkan hadiah penalti, malah hanya satu kali saja di tahun 2016 ini dan itupun mendapatkannya pada musim ini.

Inter Milan pun juga tak berbeda jauh. Pasukan biru hitam itu tercatat hanya diberikan dua kali tendangan penalti penalti di Serie A dimusim ini.

Simeone Diperebutkan Oleh Inter Milan dan Juventus

Diego Simone Atletico Madrid, Diego Simone, Atletico Madrid, Inter Milan, Juventus, Diego Simone Atletico Madrid to Juventus, Diego Simone Atletico Madrid to Inter Milan
Diego Simone Atletico Madrid

Pelatih Atletico Madrid yaitu Diego Simeone dikabarkan akan hengkang dari klubnya setelah musim kompetisi ini berakhir. Ia diberitakan sudah merasa tak betah untuk tinggal dan melatih lagi di Atletico terutama setelah klubnya gagal menjuarai Liga Champions.

Kabar tersebut beredar semakin terdengar saat sang pelatih asal Argentina tersebut untuk mempercepat masa pengabdiannya di Atletico demi melatih Inter Milan, mantan klubnya yang pernah Ia bela tahun 1997- 1999.  Namun apapun itu bisa dipastikan Atletico tidak akan rela jika kepergiannya hanya untuk klub tersebut dan malah Atletico berharap Simeone masih bisa bertahan untuk waktu yang lebih lama.

Direktur Atletico Madrid, Miguel Angel Marin sempat memberikan kepastian kepada publik,”El Cholo (Julukan Diego Simeone) akan tetap bertahan di Atletico pada musim ini dan juga pada musim berikutnya, itulah yang pasti,”.

Namun kenyataannya saat ini, masa bakti Simeone dari Desember 2011 dengan Atletico akan selesai pada tahun 2018 mendatang. Bahkan belum ada negosiasi tentang perpanjangan kontrak terdengar hingga kini. Dikabarkan keberhasilan prestasi Antoine Griezmann dan seluruh tim pada musim ini akan mempengaruhi masa depannya di ibukota Spanyol.

Marin memastikan bahwa kebersamaan El Cholo dengan Atletico masih akan berlangsung untuk waktu yang lama. Marin tidak ingin melihat Simoene menjadi pelatih Inter pada musim depan karena Stefano Pioli, pelatih Inter saat ini, dikabarkan hanya mengisi kekosongan sementara saja hingga menemukan pelatih yang cocok.

Marin pun menjelaskan “Dia sudah berada di sini selama lima tahun terakhir dan kami berharap dia masih akan bertahan. Kami sangat senang dengan apa yang sudah dikerjakannya selama ini,”

Dikabarkan juga bahwa Simeone tidak hanya dibidik oleh Inter, tetapi oleh mantan Jawara musim lalu di Serie A yaitu Juventus.  Hal ini dikabarkan oleh Sportmediaset yang menulis bahwa manajemen Juventus sedang tertarik untuk merekrut Simeone, seandainya pelatih mereka saat ini yaitu Massimiliano Allegri memutuskan untuk pergi dari klub musim depan.

Hingga kini memang belum ada tanda-tanda Simeone dan Atletico akan berpisah serta Allegri dan Juventus melakukan hal yang sama namun jika Allegri berpisah, maka Juventus akan berusaha keras memboyong Simeone sebagai pengganti. Untuk kamu yang penasaran dengan prediksi sepak bola, kamu bisa kunjungi link ini.

Higuain : Dybala Dan Messi Sangat Mirip Sekali

Paulo Dybala Juventus, Paulo Dybala, Juventus, serie A, Liga itali, Supercoppa, Higuain
Paulo Dybala Juventus

Gonzalo Higuain selaku pemain penyerang Juventus sempat mengatakan bahwa rekan setimnya dilini depan yaitu Paulo Dybala memiliki kemiripan dengan bintang Barcelona dan timnas Argentina yaitu  Lionel Messi.

Dybala secara cepat menjadi salah satu pemain andalan Juventus dalam hal menjebol gawang lawan setelah Ia direkrut Bianconeri dari Palermo sejak tahun 2015 silam. Malah di tahun pertamanya bersama Juventus, Dybala membantu timnya dalam meraih trofi kompetisi Serie A, Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Walau di awal musim kompetisi ia sempat mengalami cedera namun striker berusia 23 tahun tersebut sudah berhasil menyumbangkan tiga gol dan dua assist sehingga secara tak langsung ikut andil dalam membawa Juventus keperingkat klasemen hingga musim ini.

Higuain meyakini bahwa dengan usianya yang masih sangat muda, rekannya mampu untuk dapat mengikuti jejak pemain bintang, Messi. Higuain mengatakan Premium Sport, “Dybala dan Messi sangat mirip sekali. Messi adalah yang terbaik dan dia memperlihatkannya setiap hari. Sedangkan Dybala masih muda, dia masih 23 tahun dan tergantung pada apa yang terjadi di masa depan, tapi dia punya semua karakteristik untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia,”.

Ia pun menjelaskan tentang tantangan untuk menjadi pemain terbaik dunia karena hal tersebut bukanlah masalah yang mudah, Ia mengatakan, “Dia harus punya kekuatan mental yang besar. Ketika sampai ke level tertinggi sedemikian cepat, tidak mudah untuk terus bertahan selama bertahun-tahun. Akan ada banyak naik-turun, dan dia harus punya keseimbangan dan tak terlalu mendengarkan kritikan dan pujian,”.

Memang dalam adu penalti saat final Supercoppa Italia menghadapi AC Milan, Ia tak berhasil menciptakan sebuah gol, namun secara mental kegagalannya itu tak membuat Dybala putus asa. Ia menyadari bahwa kegagalannya dalam adu penalti kali ini membuat klubnya harus merelakan trofi Suppercopa kali ini ke tangan rivalnya.

Ia melihat kegagalannya akan menjadi jalan menuju kesuksesan di masa depan. Ia mengatakan “Saya gagal lebih dari 9000 tembakan dalam karier saya. Saya mengalami kekalahan dalam 300 pertandingan. 26 kali saya dipercaya mengambil tembakan penentu kemenangan dan gagal. Saya gagal, gagal, dan gagal lagi dalam hidup saya. Itulah kenapa saya akan sukses.”