Higuain : Dybala Dan Messi Sangat Mirip Sekali

Paulo Dybala Juventus, Paulo Dybala, Juventus, serie A, Liga itali, Supercoppa, Higuain
Paulo Dybala Juventus

Gonzalo Higuain selaku pemain penyerang Juventus sempat mengatakan bahwa rekan setimnya dilini depan yaitu Paulo Dybala memiliki kemiripan dengan bintang Barcelona dan timnas Argentina yaitu  Lionel Messi.

Dybala secara cepat menjadi salah satu pemain andalan Juventus dalam hal menjebol gawang lawan setelah Ia direkrut Bianconeri dari Palermo sejak tahun 2015 silam. Malah di tahun pertamanya bersama Juventus, Dybala membantu timnya dalam meraih trofi kompetisi Serie A, Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Walau di awal musim kompetisi ia sempat mengalami cedera namun striker berusia 23 tahun tersebut sudah berhasil menyumbangkan tiga gol dan dua assist sehingga secara tak langsung ikut andil dalam membawa Juventus keperingkat klasemen hingga musim ini.

Higuain meyakini bahwa dengan usianya yang masih sangat muda, rekannya mampu untuk dapat mengikuti jejak pemain bintang, Messi. Higuain mengatakan Premium Sport, “Dybala dan Messi sangat mirip sekali. Messi adalah yang terbaik dan dia memperlihatkannya setiap hari. Sedangkan Dybala masih muda, dia masih 23 tahun dan tergantung pada apa yang terjadi di masa depan, tapi dia punya semua karakteristik untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia,”.

Ia pun menjelaskan tentang tantangan untuk menjadi pemain terbaik dunia karena hal tersebut bukanlah masalah yang mudah, Ia mengatakan, “Dia harus punya kekuatan mental yang besar. Ketika sampai ke level tertinggi sedemikian cepat, tidak mudah untuk terus bertahan selama bertahun-tahun. Akan ada banyak naik-turun, dan dia harus punya keseimbangan dan tak terlalu mendengarkan kritikan dan pujian,”.

Memang dalam adu penalti saat final Supercoppa Italia menghadapi AC Milan, Ia tak berhasil menciptakan sebuah gol, namun secara mental kegagalannya itu tak membuat Dybala putus asa. Ia menyadari bahwa kegagalannya dalam adu penalti kali ini membuat klubnya harus merelakan trofi Suppercopa kali ini ke tangan rivalnya.

Ia melihat kegagalannya akan menjadi jalan menuju kesuksesan di masa depan. Ia mengatakan “Saya gagal lebih dari 9000 tembakan dalam karier saya. Saya mengalami kekalahan dalam 300 pertandingan. 26 kali saya dipercaya mengambil tembakan penentu kemenangan dan gagal. Saya gagal, gagal, dan gagal lagi dalam hidup saya. Itulah kenapa saya akan sukses.”