Icardi Yakin Inter Akan Lolos Liga Champions

stefano pioli and mauro icardi, stefano pioli, mauro icardi, inter Milan, serie a, liga italia
Icardi dan Pioli

Mauro Icardi, striker Inter Milan sekaligus kapten pasukan Nerazzurri masih percaya bahwa klubnya memiliki peluang yang besar untuk mendapatkan tiket ke Liga Champions pada musim selanjutnya.

Saat ini Inter sedang berusaha berjuang memperbaiki posisinya karena mereka masih berada di peringkat ketujuh klasemen sementara Serie A pekan ini. Dengan total 30 poin dari 18 laga yang mereka mainkan, berarti mereka masih tertinggal lima poin dengan peringkat ketiga yang diisi oleh Napoli yang akan mendapatkan tiket ke Liga Championship musim depan.

Walaupun terdapat sselisih lima poin, Icardi yakin bahwa timnya mampu untuk mengejar selisih tersebut hingga akhir kompetisi musim ini. Ia mengatakan “Bisakah kami lolos ke Liga Champions? Ya, kami masih yakin akan hal itu. Kami mulai menemukan keseimbangan tim dan itu bisa tercermin dari tiga laga terakhir di mana kami mampu menyapu bersih dengan kemenangan. Tempat ketiga masih terbuka lebar dan masih dalam jangkauan kami. Yang perlu dilakukan adalah dengan tidak mengulangi kesalahan yang menyebabkan kami kembali terpeleset,”.

Namun saat ditanya tentang lawang yang perlu ditakuti untuk berebut tiket Liga Champions, Icardi menjawab “Tidak ada. Saya menghormati seluruh rival kami, namun yang paling penting adalah kami hanya fokus memikirkan diri kami sendiri. Semua bergantung kepada kami sendiri untuk membawa tim ini kemana di masa depan. Kami adalah arsitek untuk takdir kami sendiri. Kita lihat saja pada bulan Mei nanti,”.

Ia juga sempat memuji pelatihnya yang baru memimpin Inter milan. Ia mengatakan perbedaan yang signifikan saat di ruang ganti Inter saat bersama Stefano Pioli dengan saat masih dilatih Frank De Boer.

Seperti yang diketahui Inter dibawah kepelatihan de Boer, tak membuat Inter ditakuti. Malah hasil pertandingan yang dijalaninya sangat mengecewakan dan membuat situasi internal tim juga tak baik. Ia mengatakan “Situasi dengan de Boer sudah tak tertahankan lagi. Para pemain yang jarang dimainkan merasa tak bahagia dan tak memiliki gairah besar, bahkan saat merayakan gol,”.

Icardi melanjutkan, “Sekarang bersama Pioli, situasi di tim sudah berubah, bahkan mereka yang jarang mendapatkan kesempatan bermain merasa terlibat dalam proyek dan merasa bangga menjadi bagian dari tim. Dia mengubah mentalitas Inter, mengembalikan kepercayaan diri semua orang, termasuk mereka yang jarang dapat kesempatan bermain di bawah asuhan de Boer. Kini, semua merasa berada di kapal yang sama dan setiap pemain siap untuk bertarung demi Inter,”.

 

Suso Tak Gentar Walau Milan Rekrut Deulofeu

suso and Vincenzo Montella, suso, Vincenzo Montella, AC Milan, Serie A, Liga italia
Suso dan Montella

Jesus Fernandez yang merupakan Agen dari Suso membeberkan bahwa kliennya sangat senang membela AC Milan dan ia memastikan bahwa kliennyaakan terus bertahan di Milan dalam waktu jangka panjang.

Suso diirekrut oleh Milan sejak Januari 2015 silam dan sempat memiliki kendala dalam menghadapi lingkungan Italia terutama karena kondisi fisiknya yang tidak fit saat itu. Namun pada akhirnya pemain bernomor punggung 8 tersebut mampu memberikan penampilan yang lebih baik. Malah tercatat di musim ini, Ia tampil memukau dan hal ini tak lepas dari penanganan yang tepat dari sang pelatih yaitu Vincenzo Montella. Fernandez pun sempat mengungkapkan kepada Gazzetta dello Sport. “Montella merupakan sosok yang sangat penting bagi Suso,”

Suso sangat berterima kasih pada pelatih 42 tahun tersebut. Menurut sang pemain berusia 23 tahun itu, taktik yang diterapkan oleh sang pelatih sangat sesuai dengan gaya permainannya. Karena itulah sang agen pun menegaskan bahwa mengatakan sang pemain akan bertahan di Milan dan dipastikan bakal bertahan lama di San Siro.

Ia mengatakan “Gaya mainnya sedikit ala Spanyol. Suso tak akan meninggalkan Milan untuk waktu bertahun-tahun lamanya. Kontrak baru? Saya akan berada di Milan pada 12 Januari mendatang,”

Saat ditanya tentang kabar kedatangan pemain baru yaitu Gerard Deulofeu, yang mungkin akan mengancam posisinya di Milan, sang Agen pun menegaskan bahwa Suso tak merasa terganggu ataupun gentar jika hal itu terjadi.

Memang kabar negosiasi peminjaman pemain Everton ini hampir mencapai titik akhir namun, sepertinya sang pemilik merubah pikiran. Everton ingin memberikan Deulofeu ke Milan tidak hanya dengan status Peminjaman saja namun dengan status yang lebih permanen alias harus membeli sang pemain.

Meskipun terlihat memaksa namun tak membuat Milan mudnur untuk merekrut sang pemain ke San Siro. Dikabarkan melalui Adriano Galliani, CEO AC Milan, mereka akan terus mencoba mencari cara agar bisa menggunakan jasa Deulofeu. Di lain pihak, sang pemain itu sendiri ternyata sedang berjuang untuk membujuk Everton agar mau melepasnya ke San Siro.

Sang agen pun buka suara kepada Gazzetta dello Sport, “Tentu saja suso tidak gentar. Ia dan Deulofeu adalah pemain yang berbeda, dimulai dengan fakta bahwa satu bermain di kiri dan satu di kanan. Selain itu setiap perekrutan yang membuat tim ini jadi semakin kuat tidak pernah jadi masalah. Jadi prekrutan itu akan menjadi hal yang baik,”.

Ternyata Di Tahun 2016, Serie A Telah Menampilkan 1000 Gol Lebih

Gonzalo Higuain-Napoli socres goal, Gonzalo Higuain-Juventus  socres goal, Gonzalo Higuain, Napoli, Juventus, serie A, liga italia
Gonzalo Higuain-Napoli

Selama Tahun 2016 ini sudah banyak pertandingan yang digelar dalam ajang kompetisi Liga Italia Serie A dan tentunya banyak momen yang mendebarkan dan menggemarkan dunia persepakbolaan Italia. Contohnya adalah momen yang dinanti oleh para pengamat Sepak bola italia yaitu sebuah gol.

Tak mudah untuk menyarangkan sebuah gol ke gawang lawan apalagi dengan kualitas pemain yang penuh dengan keahlian serta strategi para pelatih dalam mempertahankan daerah kekuasaannya.

Tercatat dalam tahun 2016 lalu, sudah lebih dari seribu gol yang terjadi dan dibenamkan oleh para klub yang berlaga di Serie A, malah dalam kurun waktu 12 bulan ini, sudah terjadi 1050 gol yang dihasilkan di liga tertinggi Italia.

Namun ternyata dari 1050 gol tersebut, 500 gol sudah terjadi pada musim musim kompetisi 2016/17 sat ini. Sementara dari awal Januari 2016 sampai akhir musim kompetisi 2015/16 yang lalu 550 gol terjadi.

Jika ditelusuri lebih dalam lagi, dari kepemilikan 1050 gol itu ternyata yang paling banyak membuat gol pada tahun 2016 ini adalah AS Roma. Mereka ternyata sudah menghasilkan sebanyak 90 gol 2016 550 gol tercipta. Dibawah ini adalah salah jumlah lengkapnya dari ke 1050 gol di Serie A 2016:

  • AS Roma dengan 90 gol
  • Naploli dengan 89 gol
  • Juventus dengan 83 gol
  • Torino dengan 67 gol
  • Lazio dengan 64 gol
  • Sassuolo dengan 55 gol
  • Fiorentina dengan 55 gol
  • Inter Milan dengan 55 gol
  • AC Milan dengan 52 gol
  • Genoa dengan 51 gol
  • Atalanta dengan 49 gol
  • Sampdoria dengan 45 gol
  • Udinese dengan 44 gol
  • Chievo dengan 41 gol
  • Palermo dengan 37 gol
  • Bologna dengan 31 gol
  • Empoli dengan 27 gol
  • Cagliari dengan 27 gol
  • Carpi dengan 22 gol
  • Verona dengan 22 gol
  • Frosinone dengan 18 gol
  • Crotone dengan 14 gol
  • Pescara dengan 14 gol

Capri, Frosinone, Hellas Verona masuk dalam zona degradasi dan turun ke Serie B, dan digantikan oleh Cagliari, Crotone dan Pescara sehingga wajar ke enam klub ini memasukkan gol paling sedikit yang tercatat pada tahun ini.

Untuk pemain yang rajin menyumbangkan gol untuk timnya adalah Gonzalo Higuain. Bomber berdarah Argentina itu memang sempat pindah dari Napoli ke Juventus dan Ia telah tercatat menghasilkan 30 gol di Serie A sepanjang tahun 2016. Bersama Napoli Ia menggetarkan gawang lawannya sebanyak 20 gol di tengah tahun pertama dan 10 gol lagi pada setengah tahun berikutnya saat membela Juventus di musim ini.

Torino Kembalikan Hart Ke City

Joe Hart, Torino, manchester city, premier league, serie A
Joe Hart Torino

Urbano Cairo selaku Presiden dari klub Torino, membeberkan masa depan penjaga gawang andalan klubnya yaitu Joe Hart. Ia berterus terang bahwa manajemen sudah mempersiapkan untuk merelakan kepergian palang pintu terakhir jika sang pemain menginginkan kembali ke Manchester City.

Pemain Inggris tersebut saat ini masih berada dibawah bendera Manchester City sejak tahun 2006 namun Ia lebih sering dipinjamkan ke klub lain dari pada digunakan sendiri, tercatat sudah ada empat klub yang meminjamnya Tranmere Rovers dan Blackpool ditahun 2007, Birmingham City  dari 2009 -2010 , lalu yang terakhir kemarin tanggal 13 Agustus, Ia dipinjamkan ke Torino.

Ia bergabung dengan Il Toro dengan status pemain pinjaman dari Manchester City hingga akhir musim nanti. Namun peminjamannya tidak tertulis dengan klausul perpanjangan peminjaman ataupun pembelian permanen.

Sayangnya Torino dikabarkan tidak akan memperpanjang masa peminjaman Hart karena beban biaya yang ditanggungnya cukup besar. Dan itulah mengapa sanng presiden angkat bicara pada beberapa hari yang lalu.

Seperti yang di lansir La Stampa, Ia mengatakan “Kami akan menikmati permainan Hart untuk saat ini dan memeluknya, kami tahu dia bukan pemain kami dan beban gajinya tidak dapat kami sanggupi. Namun Kita akan lihat apa yang akan kami lakukan pada bulan Juni mendatang,”.

Sang Preseiden juga mengatakan bahwa Torino juga tidak menyerah dan bersikap pasif untuk memperkuat timnya demi mendongkrak kedudukan mereka di papan klasemen. Mereka akan mencoba menambah pemain pada bursa Transfer bulan Januari nanti. Dan dikabarkan manajemen juga telah memiliki beberapa pemain yang menjadi sasaran utamanya. Salah satunya adalah penyerang milik AS Roma yaitu Juan Manuel Iturbe.

Sang Presiden mengatakan “Saya menyukai Iturbe, tapi bursa transfer bulan Januari bukan hal yang mudah. Kami ingin mencapai target masuk zona Eropa, jika mungkin Liga Champions. Tapi kami juga harus menjaga neraca keuangan,”.

Iturbe merupakan pemain Roma sejak 16 Juli 2014 namun Ia jarang dimainkan kemudian saat dipinjamkan ke Bournemouth tanggal 1 januari 2016,  Ia juga jarang merumput malah tercatat hanya dua kali terjun kelapangan selama setahun terakhir.

Walau Berusia, Totti Tetap Merajai Predikat Rasio Menit/Gol Tahun 2016

Serie A Mins per Goal Ratio 2016, Francesco Totti, AS Roma, Gonzalo Higuainm, serie A, Liga Italia
Serie A Mins per Goal Ratio 2016

Francesco Totti merupakan pemain gelandang serang dari AS Roma yang sudah sangat lama dan setia membela Giallorossi dari tahun 1992. Petualangannya bersama Roma selama 20 tahun lebih itu belum termasuk jenjang yang sebelumnya sempat Ia ikuti dari tahun 1989 untuk membela klubnya Memang kini Ia tak sudah tidak muda lagi, sejak tanggal 27 September 2016, usianya sudah berkepala 4, akan tetapi keahlian dari sang pemain berdarah Itali ini seakan akan tak lekang oleh waktu dan tak terpengaruh usia , terutama dalam hal menjebol gawang lawannya.

Totti dipercaya sebagai kapten AS Roma walaupun Ia tak lagi menjadi pilihan utama di Roma. Ia lebih jarang menjadi starting player dan lebih sering berada di bangku cadangan. Namun saat diberi kesempatan untuk merumput, ia tak pernah mengecewakan. Malah hingga saat ini Ia tercatat menjadi mesin gol terbanyak kedua sepanjang sejarah Serie A dimana posisi pertamanya diisi oleh Silvio Piola. Piola berhasil menggetarkan gawang lawan sebanyak 274 gol selama periode 1929-1954, namun Totti hingga saat ini masih bermain dan mungkin akan bertambah lagi.

Bahkan sang pemain bernomor punggun 10 ini tercatat sebagai pemain dengan perbandingan menit / gol terbaik di Serie A di sepanjang tahun 2016 (catatan : minimal 70 menit penampilan). The King of Rome berada di peringkat pertama dengan rata-rata 1 gol setiap 75 menit.

Ia bahkan mengungguli striker yang sedang booming yaitu Gonzalo Higuain (yang pernah membela Napoli dan kemudian di awal musim kompetisi pindah ke  Juventus), Edin Dzeko, maupun Miroslav Klose.

Sejak penampilan perdananya dalam pertandingan melawan Brescia pada 28 Maret 1993, Totti telah berhasil menjebol gawang lawan sebanyak 250 gol hingga kini dalam 608 penampilan di Serie A saja dan menariknya Ia hasilkan hanya dengan satu klub saja yaitu Roma.

Ia sudah menjalani 23 musim secara beruntun hingga musim inidan telah tercatat rajin menyumbangkan angka dari gol pertamanya saat melawan Foggia di musim 1994/95. Dan setelah menyentuh gawang pertama kalinya, Ia selalu ikut andil membantu Roma dalam meraih angka di tiap musimnya.

Sepuluh Klub Serie A Dengan Hadiah Penalti Terbanyak Tahun 2016

klub dengan penatli terbanyak, dengan penatli terbanyak 2016, Serie A, Liga Italia, Torino, Juventus, As Roma..
10 klub dengan penalti terbanyak 2016

Sebagai penggemar sepak bola tentu sudah tak asing lagi mendengar kata penalti. Tendangan jarak dekat yang hanya dihalangi penjaga gawang saja ini memiliki prosentase kemasukan gol yang jauh lebih besar dari pada tendangan biasa seperti sepak pojok atau tendangan bebas. Walaupun begitu, tidak semua tendangan penalti dikonversi menjadi sebuah gol mengingat kepiawaian dari sang eksekutor dalam menendang bola dan juga dipengaruhi oleh kepiawaian kiper lawan.

Hadiah Penalti diberikan oleh wasit biasanya terjadi karena adanya pelanggaran di dalam kotak penalti yang dilakukan oleh tim bertahan untuk menghentikan laju serang lawan seperti menjatuhkan lawan, menarik baju lawan dan mungkin juga menyentuh bola dengan tangan didalam kotak tersebut. Penalti juga bisa dilakukan jika dalam sebuah pertandingan kedua tim bermain imbang walau sudah diberikan injury time, sehingga penalti dilakukan untuk untuk menentukan pemenangnya.

Dalam kompetisi sekelas Liga Italia, Serie A, hal ini juga terjadi. Tercatat ada sepuluh klub berikut paling sering mendapatkan hadiah penalti dari sang wasit di Serie A selama tahun 2016. Dan yang menjadi peringkat pertama terbanyak mendapatkan penalti adalah tim asal Turin

Akan tetapi bukan Juventus, melainkan Klub satu kotanya yaitu Torino. Il Toro ternyata sudah mendapatkan kesempatan tendangan penalti terbanyak sejumlah 15 kali di Serie A saja. Dari 15 percobaan, mereka hanya mampu menghasilkan 11 gol.

Berikut adalah tim yang mendapatkan hadiah penalti terbanyak di Serie A untuk tahun 2016

  • Torino mendapat 15 kali penalti dan 11 kali gol.
  • Lazio mendapat 12 kali penalti dan 11 kali gol.
  • AS Roma mendapat 10 kali penalti dan 10 kali gol.
  • Sassuolo mendapat 10 kali penalti dan 8 kali gol.
  • AC Milan mendapat 10 kali penalti dan 7 kali gol.
  • Chievo mendapat 9 kali penalti dan 6 kali gol.
  • Napoli mendapat 8 kali penalti dan 8 kali gol.
  • Atalanta mendapat 8 kali penalti dan 5 kali gol.
  • Fiorentina mendapat 8 kali penalti dan 5 kali gol.
  • Carpi mendapat 7 kali penalti dan 5 kali gol.

Roma memiliki prosentase yang paling besar dalam mengeksekusi tendangan penalti ini. Dari 10 tendangan penalti yang diberikan wasit, semuanya bisa dieksekusi dengan baik dan dijadikan gol. Mereka juga mendapatkan penalti terbanyak justru pada musim 2016-2017 ini, karena sebelumnya mereka hanya mendapatkan 1 tendangan penalti dari tanggal 1 Januari 2016 hingga kompetisi Serie A musim 2015-2016 usai. Sedangkan sisanya didapatkan dari musim ini.

Sementara mantan juara musim lalu yaitu Juventus termasuk paling jarang mendapatkan hadiah penalti, malah hanya satu kali saja di tahun 2016 ini dan itupun mendapatkannya pada musim ini.

Inter Milan pun juga tak berbeda jauh. Pasukan biru hitam itu tercatat hanya diberikan dua kali tendangan penalti penalti di Serie A dimusim ini.

Pasalic Bahagia Dengan Klub Yang Meminjamnya

Mario Pasalic Chelsea to milan, Mario Pasalic milan to Chelsea, Chelsea, AC Milan, Mario Pasalic., Serie A, Premier League
Mario Pasalic Chelsea to milan

Marko Naletilic, yang merupakan agen dari Mario Pasalic menyebutkan bahwa kliennya merasa sangat bahagia bisa menjadi penentu kemenangan timnya yaitu AC Milan saat melawan Juventus di pentas Supercoppa Italiana minggu lalu. Setelah babak kedua berakhir Milan hanya mampu mengimbangi rivalnya namun sehingga harus dilanjutkan ke babak adu penalti. Dan salah satu penentu kemenangan dalam adu penalti adalah Pasalic.

Ia menjadi penentu kemenangan timnya setelah ia berhasil mengeksekusi bola mati tersebut dan tak bisa dibendung oleh Gianluigi Buffon. Pemain berdarah Kroasia ini pun akhirnya merasa sangat bangga dapat membawa klubnya meraih trofi dalam laga tersebut.

Seperti yang ditulis La Gazzetta dello Sport, sang agen mengatakan  “Ia sangat bangga menjadi mencetak penalti yang menentukan dan mengenakan jersey AC Milan,”.

Ia juga menambahkan walau kondisi kliennya saat ini belum bugar 100 persen dikarenakan cedera yang diderita sebelumnya, tetapi kliennya senang bahwa sang pelatih Milan yaitu Vincenzo Montella mempercayai kemampuannya.

Ia mengatakan “Montella telah menunjukkan keyakinan yang besar dalam dirinya dan telah memberinya kepercayaan diri setelah mengalami cedera panjang. Ini adalah sesuatu yang sangat dihargai oleh Mario. Ia masih memiliki ruang untuk perbaikan. Kondisinya 70 persen sekarang,”.

Sang agen pun juga sempat mengatakan bahwa kliennya juga sudah menyukai klubnya saat ini walaupun statusnya hanya pinjaman saja. Memang Pasalic merupakan klub yang berbendera Chelsea yang dipinjamkan kepada Milan sejak tanggal 27 Agustus 2016 lalu dan ia akan dipinjamkan dengan hingga musim ini selesai.

Awalnya, Pasalic sempat mengalami masa-masa sulit di Milan dikarenakan Ia sering mendapakan cedera dalam pertandingan yang dimainkannya. Bahkan sempat terdengar bahwa Milan ingin segera memulangkannya di Januari nanti ke Chelsea walau belum semusim membantu .

Untungnya sang pelatih bersedia memberikannya kepercayaan saat ia sudah pulih dari cedera. Dan setelah Ia merumput untuk perama kalinya sebagai pemain pengganti di Oktober 2016 lalu Ia kemudian terus dipercaya oleh sang pelatih untuk bermain di sejumlah pertandingan.

Namun setelah terbukti memberikan performanya kepada klub yang meminjamnya sang gelandang tersebut mengaku enggan untuk kembali ke tempatnya semula dikarenakania sudah menyenangi lingkungan Rossoneri.

Seperti yang dilansir La Gazzetta dello Sport, agennya berkata “Masa depannya tergantung pada beberapa faktor: pada Chelsea, Milan dan dirinya sendiri tentunya. namun keinginannya tentu juga dipertimbangkan dan saya bisa mengatakan bahwa Mario jatuh hati pada AC Milan,”.

Higuain : Dybala Dan Messi Sangat Mirip Sekali

Paulo Dybala Juventus, Paulo Dybala, Juventus, serie A, Liga itali, Supercoppa, Higuain
Paulo Dybala Juventus

Gonzalo Higuain selaku pemain penyerang Juventus sempat mengatakan bahwa rekan setimnya dilini depan yaitu Paulo Dybala memiliki kemiripan dengan bintang Barcelona dan timnas Argentina yaitu  Lionel Messi.

Dybala secara cepat menjadi salah satu pemain andalan Juventus dalam hal menjebol gawang lawan setelah Ia direkrut Bianconeri dari Palermo sejak tahun 2015 silam. Malah di tahun pertamanya bersama Juventus, Dybala membantu timnya dalam meraih trofi kompetisi Serie A, Coppa Italia dan Supercoppa Italiana.

Walau di awal musim kompetisi ia sempat mengalami cedera namun striker berusia 23 tahun tersebut sudah berhasil menyumbangkan tiga gol dan dua assist sehingga secara tak langsung ikut andil dalam membawa Juventus keperingkat klasemen hingga musim ini.

Higuain meyakini bahwa dengan usianya yang masih sangat muda, rekannya mampu untuk dapat mengikuti jejak pemain bintang, Messi. Higuain mengatakan Premium Sport, “Dybala dan Messi sangat mirip sekali. Messi adalah yang terbaik dan dia memperlihatkannya setiap hari. Sedangkan Dybala masih muda, dia masih 23 tahun dan tergantung pada apa yang terjadi di masa depan, tapi dia punya semua karakteristik untuk menjadi salah satu pemain terbaik dunia,”.

Ia pun menjelaskan tentang tantangan untuk menjadi pemain terbaik dunia karena hal tersebut bukanlah masalah yang mudah, Ia mengatakan, “Dia harus punya kekuatan mental yang besar. Ketika sampai ke level tertinggi sedemikian cepat, tidak mudah untuk terus bertahan selama bertahun-tahun. Akan ada banyak naik-turun, dan dia harus punya keseimbangan dan tak terlalu mendengarkan kritikan dan pujian,”.

Memang dalam adu penalti saat final Supercoppa Italia menghadapi AC Milan, Ia tak berhasil menciptakan sebuah gol, namun secara mental kegagalannya itu tak membuat Dybala putus asa. Ia menyadari bahwa kegagalannya dalam adu penalti kali ini membuat klubnya harus merelakan trofi Suppercopa kali ini ke tangan rivalnya.

Ia melihat kegagalannya akan menjadi jalan menuju kesuksesan di masa depan. Ia mengatakan “Saya gagal lebih dari 9000 tembakan dalam karier saya. Saya mengalami kekalahan dalam 300 pertandingan. 26 kali saya dipercaya mengambil tembakan penentu kemenangan dan gagal. Saya gagal, gagal, dan gagal lagi dalam hidup saya. Itulah kenapa saya akan sukses.”